About Me

header ads

Refleksi Malam: Antara Kaya dan Baik

Malam sering kali menjadi waktu terbaik untuk merenung. Di saat hiruk pikuk kehidupan mulai mereda, kita memiliki ruang untuk menatap diri sendiri lebih dalam. Pertanyaan sederhana sering muncul: untuk apa sebenarnya pikiran ini kita gunakan?

Manusia dibekali anugerah terbesar berupa akal dan pikiran. Dengan pikiran, seseorang bisa merancang masa depan, membangun kehidupan, bahkan meraih kekayaan. Namun tidak semua orang mampu memanfaatkan pikirannya untuk menjadi kaya secara materi. Ada yang menyerah pada keterbatasan, ada pula yang memilih jalannya sendiri.

Tetapi, di balik itu, ada satu hal yang seharusnya tidak boleh luput: pikiran juga bisa diarahkan untuk menjadi orang baik.

Kekayaan mungkin membawa kita pada kenyamanan hidup, tapi kebaikan membawa kita pada kedamaian hati. Kekayaan bisa habis, bisa beralih tangan, dan kadang justru menimbulkan keresahan. Namun kebaikan akan selalu meninggalkan jejak, bahkan setelah kita tiada.

Berpikir untuk menjadi orang kaya adalah pilihan. Tetapi ketika pikiran kita belum sampai pada titik itu, jangan biarkan ia kosong. Gunakanlah untuk sesuatu yang lebih abadi: kebaikan. Karena menjadi orang baik bukan berarti kita harus sempurna, tetapi cukup dengan kesadaran untuk tidak menyakiti, memberi manfaat, dan terus belajar memahami hidup dengan lebih bijaksana.

Refleksi malam ini mengingatkan bahwa hidup bukan sekadar tentang harta yang kita kumpulkan, tetapi tentang nilai yang kita tinggalkan. Kalau malam ini kita belum mampu menyusun strategi besar untuk menjadi orang kaya, setidaknya mari kita biarkan pikiran kita berputar mencari cara menjadi orang yang lebih baik.

Dan bukankah, pada akhirnya, kebaikan adalah kekayaan sejati?


{{{ Positif, Sehat dan Bahagia }}}

Brebes, 1 September 2025

Aziz Amin | Wong Embuh
Trainer & Profesional Hipnoterapi
Griya Hipnoterapi MPC