![]() |
| Ilustrasi Aziz Amin |
Seorang pria menyalakan mesin motor roda tiga yang biasa ia gunakan untuk mengangkut berbagai barang. Debu di jalanan berputar pelan saat kendaraan itu mulai bergerak, membelah hiruk-pikuk pagi di sudut kota kecil. Bagi sebagian orang, mengendarai tosa mungkin hanya perkara alat transportasi. Namun bagi pria itu, setiap kali ia menggenggam setang motor, ada filosofi yang selalu terlintas di benaknya: Hidup ini hanya soal peran.
Di usia yang sudah matang, perjalanan hidupnya penuh lika-liku. Dari satu pekerjaan ke pekerjaan lain, dari satu impian ke impian berikutnya. Semua itu bukan sesuatu yang ia rencanakan sejak awal. Seperti halnya pagi itu, ia tak pernah menyangka bahwa motor roda tiga yang ia kendarai justru memberikan banyak pelajaran berharga.
Peran yang Datang Tanpa Diminta
Hidup tidak selalu memberi kesempatan untuk memilih peran. Kadang kita yang memilih, kadang peran itu datang begitu saja.
Pria itu masih ingat bagaimana ia dulu hanya seorang pekerja biasa, menjalani hari-hari dengan rutinitas yang nyaris tak berubah. Ia menerima tugasnya dengan tenang, hingga suatu hari ia dipertemukan dengan sesuatu yang mengubah cara pandangnya tentang kehidupan.
Di sebuah acara diskusi, seseorang menantangnya, meragukan kemampuannya, dan mempertanyakan apa yang sebenarnya ia lakukan.
“Kalau Anda memang ahli dalam bidang ini, buktikan! Saya sudah banyak belajar, tapi saya belum pernah menemukan seseorang yang benar-benar bisa membuat saya percaya.”
Pria itu tersenyum. Ia tahu bahwa ilmu bukan sekadar teori atau sekadar kata-kata. Ilmu adalah bagaimana seseorang menerapkannya dalam kehidupan.
Alih-alih tersinggung, ia menerima tantangan itu dengan sikap tenang. Dalam hitungan menit, orang yang tadi meragukannya akhirnya terdiam, terkesima oleh cara pria itu menjelaskan sesuatu dengan sederhana, namun penuh makna.
Saat itu, ia menyadari satu hal: Setiap orang memiliki peran dalam hidupnya. Kadang peran itu diuji, kadang diragukan, tapi yang terpenting adalah bagaimana seseorang menjalaninya dengan ketulusan dan keyakinan.
Semua Peran Punya Arti, Sekecil Apa pun Itu
Saat motor roda tiganya melaju melewati gang sempit, pria itu melihat seorang tukang sapu membersihkan jalanan. Tanpa disadari, sapu kecil di tangannya membuat jalanan lebih nyaman bagi orang lain. Mungkin tak ada yang memperhatikannya, tapi pekerjaannya punya arti.
Begitu pula dalam hidup. Tak semua orang bisa menjadi bintang di panggung utama. Ada yang bekerja di balik layar, ada yang diam-diam membantu tanpa diketahui.
✨ Seorang guru yang mengajar satu murid dengan penuh kasih sayang telah menanamkan ilmu yang mungkin akan mengubah dunia.
✨ Seorang sopir angkot yang jujur dan ramah telah membuat perjalanan penumpangnya lebih baik.
✨ Seorang ibu yang tak pernah lelah membesarkan anak-anaknya telah menjalankan peran terpenting dalam kehidupan.
Tak peduli sekecil apa pun peran seseorang, selama ia menjalankannya dengan ketulusan, pasti ada makna di dalamnya.
Menghadapi Perubahan Peran dalam Hidup
Pria itu berhenti sejenak di pinggir jalan. Ia menghela napas, mengingat bagaimana hidup membawanya dari satu peran ke peran lain.
🔹 Dulu ia hanya seorang pekerja biasa, sekarang ia menjadi seseorang yang mampu berbagi ilmu.
🔹 Dulu ia mencari nafkah sekadar untuk bertahan hidup, sekarang ia bekerja untuk memberi manfaat lebih luas.
🔹 Dulu ia meragukan keputusannya, sekarang ia belajar menerima setiap takdir dengan ikhlas.
Hidup ini bukan tentang mempertahankan satu peran selamanya. Terkadang seseorang harus berpindah peran, menghadapi tantangan baru, dan belajar menyesuaikan diri. Yang terpenting bukanlah apa perannya, tetapi bagaimana seseorang menjalaninya dengan sepenuh hati.
Akhirnya, Hidup Bukan Tentang Siapa yang Terbaik, Tapi Siapa yang Paling Tulus
Saat matahari semakin meninggi, pria itu kembali menyalakan motornya. Tosa tua itu mungkin bukan kendaraan yang mewah, tapi ia tetap menjalankan fungsinya: mengantarkan pemiliknya ke tempat yang dituju.
Begitu pula dengan hidup. Bukan tentang seberapa cepat seseorang sampai, bukan tentang kendaraan apa yang ia gunakan, tapi tentang bagaimana ia menikmati perjalanan dan memainkan peran yang diberikan kepadanya.
Sebelum beranjak pergi, pria itu tersenyum dan berkata dalam hati:
"Hidup ini bukan tentang seberapa besar panggung yang kita dapatkan, tapi tentang seberapa baik kita memainkan peran kita di atasnya."

.jpg)







