About Me

header ads

Kembali Membuka Pintu Belajar: Kisah Awal Kelas Privat Hipnoterapi

 

Tahun 2016 menjadi tahun penuh dinamika dalam kehidupan seseorang yang saat itu mendapat amanah baru sebagai Kepala Markas PMI Kabupaten Brebes. Tanggung jawab besar dalam dunia kemanusiaan menuntut perhatian penuh, hingga akhirnya kelas pelatihan hipnoterapi yang sempat berjalan pun harus dihentikan sementara waktu.

Namun seperti semesta punya caranya sendiri, di tengah kesibukan itu datang kabar yang menyentuh hati. Pak Teguh Wiyono, salah satu rekan yang telah lama memiliki ketertarikan pada dunia hipnoterapi, menyampaikan keinginannya untuk belajar secara lebih mendalam. Tak hanya itu, dua nama lain, Edi Muntoso dan Arai, juga menunjukkan semangat yang sama.

Awalnya sempat ragu, apakah mungkin menjalankan kembali kelas di tengah padatnya tugas di PMI. Tapi niat baik memang sering menemukan jalannya sendiri. Maka dengan segala keterbatasan, kelas privat hipnoterapi pun kembali dibuka—secara sederhana, dengan niat tulus untuk berbagi dan tumbuh bersama.


Belajar dalam Kesederhanaan, Bertumbuh dalam Ketulusan

Kelas ini tak pernah diniatkan untuk menjadi besar atau mewah. Ia hadir sebagai ruang kecil yang hangat, tempat orang-orang saling belajar, bukan hanya tentang teknik hipnoterapi, tetapi juga tentang memahami manusia, menerima diri sendiri, dan menyembuhkan luka-luka batin yang kadang tak tampak oleh mata.

Tak ada sekat guru dan murid yang kaku, karena dalam proses ini, semua adalah pembelajar. Yang satu mungkin lebih dahulu berjalan, tapi yang lain membawa semangat dan perspektif yang baru.


Dan Kelas Itu Masih Terus Berjalan...

Tak terasa, kelas yang dimulai karena dorongan dan semangat tiga orang itu, kini telah berjalan hingga hari ini. Pesertanya bertambah, ceritanya semakin kaya, dan maknanya pun semakin dalam.

Dan mungkin, inilah salah satu bentuk nyata bahwa memberi tak harus menunggu waktu luang. Kadang justru di tengah kesibukan itulah, ketika niat dan permintaan tulus bertemu, terbuka jalan untuk berbagi manfaat.


Karena Hidup Tak Lain Adalah Tentang Memberi Makna di Setiap Peran

Perjalanan ini bukan tentang menjadi siapa, tapi tentang menjawab panggilan peran dalam hidup ini, dengan hati yang terbuka. Dan setiap langkah, sekecil apa pun itu, ketika dijalani dengan niat baik, pasti akan meninggalkan jejak kebaikan—bagi diri sendiri, dan mungkin juga bagi orang lain.